Etika dan Cara-cara Dalam Melakukan Hubungan Seks


Bersetubuh Dalam Satu Selimut. 
Diantara etika dalam melakukan hubungan sex adalah, hendaknya sang suami tidak bersetubuh dengan istrinya dalam keadaan istrinya masih berpakaian. Akan tetapi usahakan bersetubuh dengan melepas seluruh pakaian sang istri dahulu, kemudian suami dan istri masuk dalam satu selimut (satu pakaian). Karena jadi maksudnya adalah bukan bersetubuh dalam keadaan keduanya terlanjang bulat tanpa ada tutup kain yang menutupi kedua tubuhnya. Hal ini berdasarkan Hadist :

اِذَا جَامَعَ اَحَدُكُمْ فَلاَيَتَجَرَّدَنَّ تَجَرُّدَالْحِمَارَينِ  
“apabila salah satu dari kalian bersetubuh, maka jangan melakukannya dengan cara telanjang bulat, seperti bulatnya dua ekor keledai.” 
Bahwa Rosulullah SAW. Sendiri ketika melakukan hubungan sex, juga menutup kepalanya dan merendahkan suaranya sambil mengucap kepada istrinya, “Kau yang tenang saja”.

Bercumbu Rayu dengan Istri 
Apabila suami bermksud hendak bersetubuh dengan istrinya, hendaklah ia mencumbu rayu istrinya dulu, dengan cara yang diperkenankan oleh syari’at. Yaitu misalnya, meraba-raba istrinya (pada bagian tubuh yang bias membangkitkan gairah sex), memeluk istrinya, mencium pada bagian tubuh yang selain kedua matanya. Dan jangan sampai bersetubuh dengan istri tanpa bercumbu rayu dahulu seperti orang tidak normal. 
Nabi SAW. Bersabda : 
“Jangan sekali-kali salah satu diantara kalian bersetubuh dengan istrinya, sebagaimana cara yang dilakukan oleh seekor binatang. Hendaklah diantara mereka berdua yang hendak bersetubuh ada pemanasan. Rosulullah SAW. Bersabda, “mencium dan berbicara yang romantis”.
Jadi sebaiknya sang suami jangan sampai ia bersetubuuh dengan istri, sehingga dia memulainya dahulu dengan berbicara romantic, menciptakan keadaan yang membuat ia senang dan terhibur, memluk dan mendekapnya, kemudian baru melakukan persetubuhan.

Sebuah hadist menyebutkan:

ثلاثة من العجز : ان يلقى الرجل من يحب معرفته فيفارقه قبل ان يعرف اسمه ونسبه, وان يكرمه اخوه فيرد كرا مته, وان يقارن الرجل جاريته قبل ان يحد ثها ويؤانسها ويضاجعها ويقضي حجته ان تقضى حاجتها 
“Ada tiga hal yang menunjukkan atas kelemahan seorang laki-laki. (1) bertemu dnegan seseorangyang ia minat sekali berkenalan dengannya, tetapi ia telah berpisah dengannya sebelum ian kenal nama dan nasabnya, (2) ia dmulyakan oleh saudaranya, tetapi ia menolak penghormatannya, (3) seseorang yang bersama istrinya (ditempat tidur), sebelum ia bercengkrama, bercumbu rayu dan berpelukan dengannya, lalu ia sudah melampiasakan keinginan seksualnya (menyetubuhi istrinya), padahal istrinya belum siap melampiaskan keinginan seksualnya.” 
  Adalah besar pahalanya bagi suami yang bersetubuh dengan istrinya dengan niat yang mulia, dengan menciumi istrinya dan senda gurau trelebih dahulu. 
Sebuah hadist dari ‘Aisyah Ra, ia berkata, Rosulullah bersabda : “ Barang siapa memegang tang istrinya tangan istrinya sambil bercumbu rayu dengannya, maka Allah mencatatnya sebagai kebaikan baginya, dan menghapus baginya sebuah keburukan, dan mengangkat derajat baginya satu derajat, sekiranya ia berpelukaan dengan istrinya, maka Allah mengangkat baginya sepuluh kebaikan, menghapus sepuluh keburukan dan mengangkat baginya sepuluh derajat. Dan jika ia menciumi istrinya, maka Allah mencatatnya sebagai duapuluh kebaikan baginya, dan menghapus baginya duapuluh keburukan, dan mengangkat derajat baginya duapuluh derajat, dan seandainya ia (lalu) melampiaskan keinginan seksnya kepadaa istrinya, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada dunia seisinya”.

No comments:

Post a Comment